Ya Allah..ambil lah semua dugaan yang kau berikan padaku,
aku sudah tidak larat lagi menanggungnya Ya Allah...
aku redha dan menerima saja apa yang akan Kau berikan padaku..
cuma..aku mohon Engkau kurniakan ketenangan
dan kepasrahan pada jiwaku...
Friday, July 22, 2011
Tuesday, July 19, 2011
Taksir Dirimu Di Tempat Aku
sakitnya untuk melalui hari ini..
apatah lagi esok dan lusa..
tiada siapa yang mengerti..
melainkan diri sendiri..
diri sendiri yang sudah
terlalu lelah menuruti
kehendak seorang yang lain..
aku dilakukan sebudaknya
tanpa memikirkan aku juga
punya waktu untuk dikejari..
engkau hanya memikirkan dirimu
sesungguhnya engkau pementing diri
yang sama sekali tidak layak untukku..
apatah lagi esok dan lusa..
tiada siapa yang mengerti..
melainkan diri sendiri..
diri sendiri yang sudah
terlalu lelah menuruti
kehendak seorang yang lain..
aku dilakukan sebudaknya
tanpa memikirkan aku juga
punya waktu untuk dikejari..
engkau hanya memikirkan dirimu
sesungguhnya engkau pementing diri
yang sama sekali tidak layak untukku..
Wednesday, July 6, 2011
Lunaskan..
Pusar-pusaran ombak
membawa khabar yang melonglaikan kaki,
Oleng-olengan air laut
memberi berita yang mengecutkan jiwa,
Oles-olesan angin
membawa kias yang mengunting tangkai hati..
Ketam dan remis berbisik..
apa? dimana? bagaimana? bila? kenapa dan siapa?
manis perkataan membawa mehnah dan dusta..
mengapa tidak saja engkau tusuk jantungku..
mengapa tidak saja engkau cungkil biji mataku..
mengapa tidak saja engkau jepiti jariku..
mengapa tidak saja engkau kuliti romaku..
mengapa tidak saja engkau racuni aku?
Jika itu dapat melunaskan dendam pada hidupmu masa lalu..
setiap butir kata bagaikan roman picisan..
Bagaimana jika engkau berada di bekas telapak
kaki di mana aku berada?
Balasan ini manis,
empunya diri terangkat darjat..
simangsa menjadi penunggu tangga..
Ku uliti hati..bahwa..
Keadilan tiada di dunia ini..
Keadilan hanya menunggu di akhir nanti..
membawa khabar yang melonglaikan kaki,
Oleng-olengan air laut
memberi berita yang mengecutkan jiwa,
Oles-olesan angin
membawa kias yang mengunting tangkai hati..
Ketam dan remis berbisik..
apa? dimana? bagaimana? bila? kenapa dan siapa?
manis perkataan membawa mehnah dan dusta..
mengapa tidak saja engkau tusuk jantungku..
mengapa tidak saja engkau cungkil biji mataku..
mengapa tidak saja engkau jepiti jariku..
mengapa tidak saja engkau kuliti romaku..
mengapa tidak saja engkau racuni aku?
Jika itu dapat melunaskan dendam pada hidupmu masa lalu..
setiap butir kata bagaikan roman picisan..
Bagaimana jika engkau berada di bekas telapak
kaki di mana aku berada?
Balasan ini manis,
empunya diri terangkat darjat..
simangsa menjadi penunggu tangga..
Ku uliti hati..bahwa..
Keadilan tiada di dunia ini..
Keadilan hanya menunggu di akhir nanti..
Subscribe to:
Posts (Atom)