dari jejuran atap..
air hujan menitis..
satu, satu dan satu lagi..
aku menghitung..
aku penat menghitung sebenarnya..
sampai malam pun hujan ini belum tentu akan berhenti..
aku harus berhenti menghitung..
kewarasanku akan bundar jika aku terus begini..
No comments:
Post a Comment